Background Image

Blog Post

“Love begins at home, and it is not how much we do… but how much love we put in that action.”

- St. Teresa

Mar 31

30 Tahun Perjalanan Gereja St. Theresia Tayu


acara tayuWilayah Tayu, pada bulan Juli yang lalu umat wilayah Tayu tengah bersukacita menyambut ulang tahun gereja Tayu yang telah memasuki usia ke 30 tahun. Diawali dengan pembelian sebidang tanah pekarangan dan sawah di desa Sendangrejo Tayu, umat Tayu mulai mengadakan pembangunan gereja dibawah bimbingan Romo PC. Joedadiharjo MSF, yang dimulai pada bulan April 1986 dengan ditandai penyelesaian jembatan penguhubung menuju lokasi gereja. Pada tahun 1987 banguan gereja telah terselesaikan dan diberkati oleh Mgr. Julius Darmaatmaja SJ pada tanggal 9 Juli 1987 yang memandai lahirnya gereja wilayah Tayu. Diawali pada tahun 1960, di daerah Tayu ada beberapa umat katolik yang mulai bertumbuh di sana. Misa hanya dilakukan sebulan sekali oleh room paroki Pati yang mengambil tempat dirumah salah satu umat pada saat itu. Dalam perjalanannya memang tak selalu mulus, bahkan pada tahun 1970 umat didaerah tayu mengalami kemunduran yang sangat besar, sehingga misa di Tayu nyaris ditiadakan karena umat yang hadir hanya berjumlah 10 orang saja. Pada ahkir tahun 1980 umat Tayu mulai bergeliat kembali dengan terbentuknya organisasi stasi Tayu dengan yang diketuai oleh Bapak YC. Soenardi.

tayu1Semangat umat yang luar biasa mampu membangkitkan kembali iman Katolik dari beberapa umat yang sudah lama tidak aktif. Bahkan pada desember 1981 umat di Tayu mampu mengadakan perayaan natal untuk pertama kalinya yang bertempat disalah satu umat. Dari semangat iman yang terus bertumbuh itulah pada tanggal 20 Mei 1983 umat stasi (sekarang wilayah) Tayu mendirikan yayasan PGPM St. Theresia kanak-kanak Yesus yang diketuai oleh Romo FX. Martowiryono MSF. Dari pengalaman-pengalaman imat yang sempat pasang surut serta semangat iman katolik yang sangat luar biasa inilah yang pada puncaknya mampu menjadikan umat di Tayu memiliki bangunan dalam bentuk gereja yang dapat dipergunakan untuk mengadakan misa rutin mingguan. Yang mana pada tahun 2007 banguan gereja mengalami perluasaan bangunan karena sudah tidak sanggup lagi memuat umat wilayah Tayu yang semakin berkembang pesat. Pada saat ini wilayah Tayu telah memiliki tiga lingkungan yang masing-masing lingkungan memiliki umat sekitar 25 kepala keluarga, dengan ketua wilayahnya Bapak Ir. MV. Djoko Setianto. (Tan)

Back   
 
Add Comment:
Please login or register to add your comment or get notified when a comment is added.