VISI DAN MISI

Dalam dinamika berpastoral umat Paroki St. Yusuf Pati melalui perwakilan dalam Dewan Paroki Inti telah merumuskan visi bersama yang menjadi cita – cita bersama. Visi bersama yang menjadi cita – cita umat adalah “Gereja (Paroki) yang religius, kompak, peduli, mengkrasankan dan ngangeni”.
Sedangkan misi yang menjadi cita – cita umat adalah “Bersama Kristus membangun Kerajaan  Allah  (Paroki) yang religius, kompak, peduli, mengkrasankan dan ngangeni dengan meneladan Santo Yusuf, pewaris Iman dan Pelindung Paroki ”.
Mudahnya, yang ingin dibangun adalah Paroki yang religius, kompak, peduli, mengkrasankan, ngangeni dan populernya adalah KOMPAK (Komunitas Pati yang Katolik) membangun Paroki yang religius, peduli, mengkrasankan dan ngangeni.
Bersama Kristus :
Kiranya jelas, yang menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi dan misi adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri yang datang untuk membangun Kerajaan Bapa di dunia (“Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat”).
Kerajaan Allah yang Kompak :
Umat Paroki Pati masih banyak yang dalam pelayanannya bergerak sendiri – sendiri, sehingga harapan untuk hadirnya Kerajaan Allah yang signifikan dan relevan masih jauh. Dirasakan betapa sulitnya untuk mengumpulkan data. Pengurus – pengurus lingkungan belum melaksanakan tugasnya secara optimal, karena kesibukannya sendiri. Masih perlu meningkatkan kerjasama antar Kortimja, antar Paguyuban dan antar Bidang. Dari sebab itu, kekompakan sangat diperlukan, agar Gereja di Pantura umumnya dan Kabupaten Pati khususnya dapat menjadi tanda nyata dari hadirnya Kerajaan Allah yang lebih signifikan dan relevan (Arah Dasar KAS).
Kerajaan Allah yang Religius :
Umat Paroki St. Yusuf Pati tinggal di daerah yang mayoritas muslimnya kuat. Selain itu, gereja – gereja Kristen cukup Dominan dan Kuat. Umat dari etnis Cina juga tinggal bercampur dengan budaya Konghucu. Masih ditambah lagi klenik dan perdukunnannya kuat. Maka mengacu pada Arah Dasar KAS umat perlu memiliki iman yang kuat, mendalam dan tangguh supaya tidak terkontaminasi oleh budaya ataupun kebiasaan hidup setempat, ataupun melepaskan iman kekatolikkannya. Diharapkan umat dapat makin mengenal dan mencintai Tuhan Yesus dan hidupnya dijiwai oleh semangat hidup Kristus sendiri (bdk. “Aku hidup tetapi bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus sendiri lah yang hidup dalam diriku....”).
Kerajaan Allah yang Peduli :
Peduli terhadap yang kecil, miskin, lemah, tersingkir dan difabel (bdk. Arah Dasar KAS). Juga menjadi harapan atau cita – cita yang ingin diwujudkan di Paroki St. Yusuf Pati, terutama dengan tetap tanggap pada masyarakat yang setiap tahunnya terkena dampak bencana banjir. Setiap tahun hampir selalu harus mengeluarkan dana sebesar Rp 15.000.000,00. Demikian juga terhadap mereka yang miskin. Fokus utama adalah kepedulian kepada anak – anak sekolah yang tidak mampu untuk membayar SPP. Selain itu, direncanakan untuk mendirikan CU (Credit Union) untuk membantu perekonomian umat. Yang mendasari semangat dalam pelayanan terhadap mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel adalah melihat Kristus sendiri dalam diri mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.
Kerajaan Allah yang mengkrasankan dan ngangeni :
Umat Paroki St. Yusuf  Pati juga berniat untuk membangun Paroki yang mengkrasankan dan ngangeni. Dalam Arah Dasar KAS dirumuskan dengan menjaga keutuhan ciptaan. Supaya dapat mengkrasankan dan ngangeni mau tidak mau harus menciptakan dan melestarikan tempat – tempat yang dapat memberikan rasa aman, krasan dan ngangeni. Lebih dalam dari itu, harapannya adalah supaya hidup setiap umatpun tidak menjadi ancaman bagi sesama, melainkan memberikan kesejukan dan rasa aman bagi sesamanya.